PENDEKATAN KULTURAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

  • Uswatun Hasanah Universitas Panca Marga Probolinggo
Keywords: Kultural, Keluarga, karakter

Abstract

Presiden Joko Widodo telah menggagas program yang merupakan visi dan misinya dalam memimpin Indonesia yang disebut dengan Nawa Cita yang artinya sembilan agenda. Nawa Cita sendiri merupakan pemaparan lebih terperinci dari semangat dan cita-cita Bung Karno yang dikenal dengan istilah Trisakti. Setelah hampir dua tahun memegang kendali pemerintahan dapat Kita saksikan bersama ada beberapa program pemerintah yang dapat dikatakan cukup berhasil mengejawantahkan poin-poin dalam Nawa Cita, namun banyak pula  yang harus dibenahi karena belum cukup bisa mewujudkan visi dari agenda Nawa Cita menjadi sebuah program yang berdampak konkret pada rakyat Indonesia. Dalam hal ini Penulis menyoroti poin ke delapan dari Nawa Cita yaitu melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum berbasis nasional. Sejauh masih belum jelas detailnya karakter bangsa yang seperti apa yang ingin dibentuk pada mental anak bangsa, oleh karena itu langkah pemerintah pun terlihat masih gamang dalam penataan kurikulum untuk mewujudkan misi “merevolusi karakter bangsa”, Program Bela Negara yang dianggap sebagai bentuk implementasinya baru sebatas konsep dan belum ada aturan baku dalam pelaksanaannya, oleh karena itu perlu secara lebih serius dan komprehensif Kita merumuskan program yang tepat untuk mewujudkan visi yang mulia ini. Menurut persfektif Penulis perlu paradigma baru dan sudut pandang baru dalam mewujudkan konsep membentuk karakter bangsa, karena menurut banyak study dan penelitian  justru keluarga lah yang berperan besar dalam pembentukan karekter individu, sementara pendidikan di sekolah hanya bersifat endorsment dari proses pembentukan karakter dalam lingkungan keluarga. Oleh karena keluarga adalah unit kecil dari sebuah society atau masyarakat secara regional, maka pendekatan kultural haruslah ditempatkan pada posisi utama yang dilakukan pemerintah selain melakukan pembenahan kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah. Pendekatan Kultural pada sisi informal inilah yang akan lebih “menyentuh” segmen keluarga dibandingkan pendidikan formal, sehingga setiap orang tua dalam setiap keluarga memiliki pengetahuan yang cukup untuk bisa secara tepat memberikan “pola pendidikan” yang bisa membentuk karakter generasi selanjutnya sesuai dengan koridor Nawa Cita, karena keluargalah ujung tombak dari pembentukan karakter individu. Ini adalah PR besar untuk bangsa ini, terutama bagi para akademisi dan pendidik untuk bisa merumuskan formula yang tepat dan paripurna kepada pemerintah. Sehingga pemerintah bisa memiliki panduan yang akurat dalam mengeksekusi visi dan misi nya dalam membentuk sumber daya manusia yang lebih unggul, sehingga pada akhirnya bisa menjadikan bangsa ini lebih prosfektif dan lebih kompetitif secara global.

Published
2020-11-16
Abstract viewed = 10 times
PDF downloaded = 8 times